Sistem penghilangan debu yang lengkap mencakup empat bagian: penutup debu, saluran ventilasi, pengumpul debu, dan kipas. Saluran ventilasi (disebut saluran) adalah saluran untuk mengalirkan aliran udara yang mengandung debu, yang menghubungkan tudung debu, pengumpul debu, dan kipas menjadi satu kesatuan. Masuk akal atau tidaknya desain perpipaan secara langsung mempengaruhi efek keseluruhan sistem penghilangan debu. Oleh karena itu, berbagai permasalahan dalam desain pipa harus dipertimbangkan secara matang agar diperoleh solusi yang lebih masuk akal dan efektif.
1. Komponen perpipaan
1.1 Siku
Siku adalah komponen umum yang menghubungkan pipa, dan hambatannya berhubungan dengan diameter siku d, jari-jari kelengkungan R, dan jumlah bagian siku. Semakin besar jari-jari kelengkungan R, semakin kecil hambatannya. Namun, ketika R lebih besar dari 2~2,5d, resistansi siku tidak lagi berkurang secara signifikan, dan ruang yang ditempati terlalu besar, membuat perpipaan sistem, komponen, dan peralatan sulit diatur. Oleh karena itu, dari sudut pandang praktis, R umumnya memakan waktu 1~ 2d, siku 90° umumnya dibagi menjadi 4 hingga 6 bagian.
1.2 Tiga link
Dalam sistem penghilangan debu pada jaringan udara terpusat, aliran udara yang menyatukan bagian-tiga tautan sering digunakan. Jika kecepatan aliran udara kedua cabang pada confluence tee berbeda maka akan terjadi efek ejeksi, dan pada saat yang sama akan terjadi pertukaran energi. Artinya, kecepatan aliran yang tinggi kehilangan energi, kecepatan aliran yang rendah memperoleh energi, namun energi totalnya hilang. Untuk mengurangi resistensi tee, fenomena ejeksi harus dihindari. Dalam perancangan sebaiknya kecepatan udara kedua pipa cabang dan pipa utama sama, yaitu V1=V2=V3, maka hubungan diameter penampang kedua pipa cabang dan pipa utama adalah d12 d22=d32.
Hambatan tee berhubungan dengan arah aliran udara. Sudut antara kedua cabang umumnya 15°~30° untuk memastikan aliran udara lancar dan mengurangi hilangnya hambatan. Sambungan tee tidak dapat digunakan untuk sambungan tee, karena resistansi sambungan tee 4 hingga 5 kali lebih besar dari metode sambungan yang wajar.
Selain itu, usahakan untuk menghindari penggunaan empat arah, karena gangguan aliran udara dalam empat arah sangat besar, yang sangat mempengaruhi efek hisap dan mengurangi efisiensi sistem.
1.3 Memperluas tabung
Pada saat gas mengalir di dalam pipa, jika penampang pipa tiba-tiba berubah dari kecil menjadi besar, aliran gas juga tiba-tiba mengembang sehingga menimbulkan dampak kehilangan tekanan yang besar. Untuk mengurangi hilangnya resistansi, biasanya digunakan tabung divergen dengan transisi mulus. Hambatan tabung divergen disebabkan oleh terbentuknya zona pusaran akibat inersia aliran udara ketika penampang diperbesar. Semakin besar sudut divergensi а maka luas pusaran semakin besar dan kehilangan energi semakin besar. Ketika melebihi 45°, kehilangan tekanan setara dengan kehilangan dampak. Untuk mengurangi hambatan tabung divergen maka sudut divergen a harus diminimalkan, tetapi semakin kecil a maka panjang tabung divergen semakin besar. Umumnya, sudut divergen a sebaiknya 30°.
1.4 Antarmuka dan saluran keluar pipa dan kipas
Saat kipas bekerja, akan terjadi getaran. Untuk mengurangi dampak getaran pada pipa, sebaiknya gunakan selang (seperti selang kanvas) yang menghubungkan pipa dan kipas. Pipa lurus umumnya digunakan pada outlet kipas angin. Apabila siku perlu dipasang pada saluran keluar kipas karena keterbatasan posisi pemasangan, maka arah putaran siku harus sesuai dengan arah putaran impeler kipas.
Aliran udara keluar dari pipa dibuang ke atmosfer. Ketika aliran udara dikeluarkan dari mulut pipa, seluruh energi aliran udara sebelum dibuang akan hilang. Untuk mengurangi hilangnya tekanan dinamis pada saluran keluar, saluran keluar dapat dibuat menjadi tabung divergen dengan sudut divergen kecil. Sebaiknya jangan memasang tudung atau benda lain di saluran keluar, dan pada saat yang sama meminimalkan kecepatan aliran udara dari saluran keluar pembuangan.